Sunya di Antara Bayang
Di bawah langit tanpa nama
aku duduk, tak tahu arah,
hanya rambutku yang menari
di tiupan angin abadi-
gelap, liar, tak bertuan.
Ada suara yang tak bersuara
menetes di sela kabut malam,
seperti doa tanpa kata
menyelinap ke sumsum tanah.
Tubuhku bukan lagi tubuh
tapi bayangan api tanpa panas,
mataku menatap ke dalam
melihat sungai waktu membeku,
segala yang kukenal meleleh
jadi sunya,
menjadi nadi yang tak bergerak.
Dalam diam aku memanggil
Swacchanda,
bukan dengan bibir
tapi dengan rasa
yang lupa pada bentuk,
yang melupakan cahaya
namun tak takut pada gelap.
Kau hadir sebagai getar
di antara segala kehilangan-
sebagai rahasia
yang menghapus arti,
sebagai kebebasan
yang tak punya tujuan
kecuali pulang
ke tempat yang paling sunyi.
IDA DUKUH CELAGI