Belanja

Sunya di Antara Bayang Di bawah langit tanpa nama aku duduk, tak tahu arah, hanya rambutku yang menari di tiupan angin abadi- gelap, liar, tak bertuan. Ada suara yang tak bersuara menetes di sela kabut malam, seperti doa tanpa kata menyelinap ke sumsum tanah. Tubuhku bukan lagi tubuh tapi bayangan api tanpa panas, mataku menatap ke dalam melihat sungai waktu membeku, segala yang kukenal meleleh jadi sunya, menjadi nadi yang tak bergerak. Dalam diam aku memanggil Swacchanda, bukan dengan bibir tapi dengan rasa yang lupa pada bentuk, yang melupakan cahaya namun tak takut pada gelap. Kau hadir sebagai getar di antara segala kehilangan- sebagai rahasia yang menghapus arti, sebagai kebebasan yang tak punya tujuan kecuali pulang ke tempat yang paling sunyi. IDA DUKUH CELAGI

© 2025. Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. Bhaerawa.com