Rongga Sunya
Di setra sunyi
tulang berserakan menjadi aksara
bara api mengendap di rongga dada
menyalakan nama yang tak bisa kau sebut.
Ada mantra yang lahir dari keheningan
ada sunyata yang menari di atas kapala
ada engkau, yang tak lagi engkau,
ketika kau minum pahitnya kematian dengan senyum.
Di ambang malam,
kabut hitam menjadi sayap
membawa setiap getar ketakutan
ke liang rahasia di antara bintang.
Tak perlu kau tangkap wajah Bhairava -
ia bersemayam di sela-sela nafasmu yang kau buang
ia berbisik di balik tengkorak
ia menunggumu di api kecil, di abu tua,
di sela-sela bunga yang mekar di setra.
Heninglah.
Jadilah tulang yang berdoa,
jadilah abu yang pulang ke sunya.
Biar kata menjadi bayangan,
biar rahasia tinggal rahasia,
biar hatimu menari dalam gelap -
bebas.
IDA DUKUH CELAGI