Nyanyian Sunyata dan Penyatuan Śiwa-Śakti
Ong Hṛdaya Tattva Jyotiḥ Svāhā
Wahai Śakti, Ibu dari segala getaran,
Engkau yang menari dalam setiap napas, dalam setiap
keheningan,
Curahkanlah nyala api kesadaran ke dalam tubuhku
yang fana.
Jadikan diriku wadah bagi cintaMu yang melampaui
bentuk dan nama.
Wahai Śiwa, Sang Keheningan yang tak terusik,
Hadirilah sebagai ruang dalam batinku,
Tempat segala gelombang lahir dan kembali tenggelam.
Bimbinglah aku melewati tirai ego menuju sunyata yang
bercahaya.
Dalam samudera antara terang dan gelap,
Ajarkan aku untuk tidak menolak keduanya,
Tetapi melihat keduanya sebagai tarian-Mu.
Dalam abu kremasi dan bunga cinta,
Tunjukkan padaku altar agung penyatuan.
Wahai Bhaerawa dan Bhaerawi,
Yang tak pernah terpisahkan,
Yang bertanya dan menjawab dari dalam hati pencari,
Satu dalam denyut, satu dalam keheningan,
Satukan pula tubuh, napas, dan jiwaku dalam tarian
sakral-Mu.
Biar tubuh ini menjadi mandala,
Biar napas ini menjadi japa abadi,
Biar kesadaran ini menjadi api yajña,
Yang membakar segala keterikatan
Dan menyisakan hanya Engkau —
Keheningan bercahaya yang tak bertepi.
Ong Tat Sat.
Ong Śūnyaṃ Śivaṃ Śāntiḥ Svāhā.
IDA DUKUH CELAGI