Di tengah kegelapan, Sang Bhaerawa berdiri,
Dengan mata trinetra, menembus segala ilusi,
Tangan menari di atas kapala,
Menyusun mantra, menyalakan api transendensi.
Ia adalah penjaga gerbang waktu,
Merobek keheningan, membakar ego,
Di setra yang sunyi, ia berjalan,
Menuntun jiwa melewati batas dunia fana.
Bhaerawa, kekuatan yang tak terhingga,
Menguap dalam ruang sunya yang murni,
Di bawah langit yang penuh mantra,
Engkau adalah nyala, yang menuntun kami pada kebenaran.
Bukan hanya pelindung, tetapi pencerah,
Kawaca yang melingkupi tubuh dan jiwa,
Setiap langkahmu adalah getaran alam semesta,
Membimbing kami pada ketenangan yang abadi.
Dalam dirimu, kehancuran dan penciptaan bersatu,
Menghadirkan cahaya dalam kegelapan,
Engkau adalah Bhairava,
Yang menjelma dalam setiap napas dan mantra.
Kami memuja dalam kesunyian,
Dalam diam, kami mendengarkan suara-Mu,
Kau yang mengajarkan kami bahwa,
Pada akhirnya, tidak ada yang terpisah,
Hanya ada Kehadiran yang abadi,
Bhaerawa, Cahaya dari Kekosongan.